Kapolsek Tuminting Pantau Wilayah Rawan Banjir dan Longsor, Warga Mengungsi ke Tempat Aman

MANADO, Humas Polresta Manado- Kapolsek Tuminting, IPTU Victorrico A. Hartono, bersama personel Polsek Tuminting melaksanakan patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tuminting, Sabtu (22/3/2025). Curah hujan tinggi yang terjadi sejak pagi menyebabkan banjir di beberapa wilayah, menggenangi rumah warga dan memaksa sebagian dari mereka mengungsi.

Kelurahan Mahawu menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Genangan air setinggi lutut orang dewasa merendam ratusan rumah warga di beberapa lingkungan: Lingkungan 3: 70 KK terdampak, Lingkungan 4: 85 KK (283 jiwa) terdampak, Lingkungan 5: 1 KK (3 jiwa) terdampak dan Lingkungan 6: 2 KK (3 jiwa) terdampak.

Akibat kondisi ini, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beberapa lokasi pengungsian di Kelurahan Mahawu Lingkungan 3 antara lain: Masjid Ibnul Amin: 21 KK (67 jiwa), Masjid Darul Janah: 17 KK (49 jiwa) dan Rumah warga seperti Kel. Ibu Mayang, Kel. Hasan M, Kel. Ola Rumengan, Kel. Ratu Mohi, dan Kel. Toti Antu menampung puluhan warga terdampak.

Sementara itu, warga di Lingkungan 4 memilih bertahan dan dievakuasi ke rumah masing-masing, sedangkan Lingkungan 6 mengungsi ke rumah Kel. Manona – Siaw (2 KK, 3 jiwa). Hingga saat ini, hujan masih terus turun, menyebabkan genangan air di beberapa titik belum surut. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun pohon tumbang. Namun, warga mengalami kerugian materiil akibat rusaknya barang-barang rumah tangga.

Sebagai langkah penanganan, pihak kepolisian melakukan patroli di daerah rawan banjir dan tanah longsor, berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan serta kecamatan, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.

Kapolsek Tuminting menegaskan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait untuk segera menyalurkan bantuan bagi korban banjir, termasuk kebutuhan mendesak seperti beras, makanan siap saji, air minum, obat-obatan, dan pakaian bersih.

Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai DAS Tondano diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko banjir yang lebih besar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *