APEL KESIAPAN PENGAMANAN RELOKASI BANGUNAN EKS MASJID di MAASING KEC. TUMINTING

img_0553

MANADO, Humas Polresta Manado – Kapolresta Manado Kombes Pol. Hisar Siallagan, SIK memimpin apel pengamanan Pengosongan bangunan bekas Mesjid Nurul Fatah Maasing (Kampung Bobo) di Kelurahan Bitung Karangria Kec. Tuminting Kota Manado.

Apel tersebut dilaksanakan di Halaman Parkir Marina Plaza, Senin (5/12/2016) jam 09.00 wita.

Pelaksanaan apel dihadiri oleh Karo Ops,
Dir Binmas dan Dir Sabhara Polda Sulut, Wakapolresta Manado, Para Kabag, Kasat, Personil Polri, TNI dan Sat Pol PP Kota Manado.

img_0567

Hasil kesepakatan dan keputusan MUI menyatakan Mesjid Nurul Fattah yang terletak di Kelurahan Bitung Karangria, Kecamatan Tuminting (eks Kampung Bobo), direlokasi ke Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Proses relokasi tersebut  diresmikan pada tanggal 30 November 2016 oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara dan disaksikan oleh Ketua MUI Sulut, Pengurus FKUB Manado, Pemkot Manado, TNI, Polri dan ormas Islam.

Untuk proses relokasi menurut Ketua MUI Kota Manado Mashar Pinontoan, dilaksanakan pada 5 Desember 2016 mulai pukul 09.00 wita.

Sesuai dengan Berita Acara Penyerahan, bangunan Masjid Nurul Fattah tersebut berdiri diatas lahan milik Ir. Hanny Erwin Sondakh Walla dengan Sertifikat Hak  Milik bernomor 94, Kelurahan Bitung Karangria.

Hasil kesepakatan dan keputusan MUI menyatakan bangunan masjid tersebut  dilakukan pembongkaran karena tidak sesuai dengan peruntukannya sebagaimana diisyaratkan oleh Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 pada Bab IV Pasal 13 dan 14 tentang Persyaratan Mendirikan Rumah Ibadah, serta bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 6 tahun 2012 tentang Ijin Mendirikan bangunan (IMB).

img_0563

Kapolresta Dalam arahannya mengatakan bahwa dalam melakukan pengamanan cara betindak kita harus persuasif, tanpa kekerasan.

“Dalam kegiatan ini kita hanya melakukan pengamanan, memberikan bantuan pengamanan agar kegiatan ini (pengosongan bangunan bekas Masjid Nurul Fattah Maasing) dapat berjalan dengan baik. cara bertindak kita persuasif, tanpa kekerasan” ungkapnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *