Program Unggulan Kapolresta Manado Jadi Pembicaraan Menarik Di Media Online Nasional, Hingga Tembus Humas Mabes Polri

MANADO, Humas Polresta Manado-Keberhasil program yang memberantas Premaninsme seperti Minuman Keras (Miras) bersama Senjata Tajam (Sajam) di Kota Manado, Selasa (23/10/2018) jadi pembicaraan yang menarik di Media Online Nasional seperti brantasnews.com, forumkeadilan.com, www.gatra.com, doetaindonesia.com, m.rri.co.id  sampai tembus ke Humas Mabes Polri.

Dimana semenjak dilantiknya Kapolresta Manado Kombes Pol F.X Surya Kumara SH pada sekitaran bulan April 2017, Polresta Manado sendiri disaat dijabat Kombes Pol F.X Surya Kumara SH. Banyak sekali perubahan yang terjadi, baik itu program membrantas Premanisme. Sampai kepada, program kamtibmas.

“Saya sendiri merasa itu semua berkat kerja sama dari seluruh jajaran Polresta Manado, tampa teman-teman sekalian. Kota Manado tak akan bebas dari Premanisme dan gangguan Kamtibmas, karena setiap saya instruksikan kepada seluruh personel yang ada. Kurang lebih dari lima menit para personel sudah berada di TKP,”ujar Kapolresta Manado.

Kapolresta Manado sendiri yang tak pernah berhenti-hentinya baik pagi, sore, malam sampai pada subuh pagi. Tetap terus kerja…kerja…kerja, tak ada kata untuk dibilang melonggarkan bagi para pelaku kejahatan di Kota Manado.

“Ini semua berkat kerja keras dari seluruh jajaran dan personel Polresta Manado, yang serasah tidak pernah tidur dalam memberantas premanisme di Kota Manado. Saya merasa kagum dengan seluruh jajaran Polresta Manado, bersama Kapolsek dan seluruh Personel yang tidak berhenti semangat dalam memberantas premanisme. Sehingga dibandingkan dengan sebelum saya menjabat kejahatan di Kota Manado mulai menurun,”ungkap Kapolresta Manado.

Kapolresta Manadopun menambahkan, untuk pembagian kerja menjadi enam shift, dua regu. Pada hari Senin, Selasa, Rabu, delapan jam hanya satu shift yang bergerak. Jadi satu harinya tiga shift. Tapi kalau situasi kontijensi, ya semua,” tutur Kapolresta.

Sedangkan untuk hari Jumat, Sabtu, dan malam Minggu terdiri dua shift delapan jam. Jadi lebih tebal (lebih lama), satu regu delapan orang, polwan dan polki, campur. Itu adalah tim ideal yang pake baju bebas, bukan seragam polisi dan dia langsung membantu mengamankan dan menyerahkan ke penyidik.

“Patroli itu jam tujuh lima belas, jam lima belas dua tiga, dua puluh tiga lewat tujuh wita, sehinnga perjam itu terus ada kegiatan. Kalo buat report mereka itu ke piket ada jam kosong gak ada kegiatan langsung saya koreksi, ini ke mana? dan mendetil mereka nangkep siapa nama, alamat, dan tindakan diambil,”tutupnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *