Kapolresta Manado Tuai Banyak Dukungan, Disaat Dialog Interaktiv Di RRI Manado

MANADO, Humas Polresta Manado- Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Manado Kombes Pol F.X Surya Kumara SH, Senin (24/9/2018) pukul 01.00 wita bertempat di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Manado. Kapolresta Manado menjadi narasumber dalam giat RRI Manado yang bertemakan, Aspirasi Nusantara yang didalamnya bercerita tentang pengamanan pihak Kepolisian jelang Pilpres dan Pileg 2019.

Dalam kesempatan tersebut, dibuka line telepon,Whatsapp, SMS dengan Pro 3 FM. Bagi warga masyarakat yang ingin mempertanyakan mengenai pengamanan pihak kepolisian jelang Pilpres dan Pileg 2019 di Kota Manado, yang pertama masuk dari pak Buds asal Kota Manado. Memberikan Apresiasi kepada pihak Polresta Manado, atas tingkat keamanan di Kota Manado.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja pak Kapolresta Manado, sehingga Kota Manado sangat aman. Tetapi disisilain, kami sangat kwatirkan tentang masalah berita hoax. Tetapi dengan kerja keras pihak Kepolisian, beberapa kasus berita hoax bisa diatasi oleh pihak Kepolisian sendiri,”ujar Buds pengguna taksi Online di Kota Manado.

Iapun menambahkan, tetapi yang menjadi persoalan disini. Para pengiring jenasah baik siang maupun sore hari, para pengantar mobil jenazah sering anarkis dijalan raya. Ini mohon dijadikan perhatikan oleh jajaran Polresta Manado, kami sudah menepi. Tetapi, mereka (pengantar) mobil jenazah sering merusak mobil milik orang lain.

“Kami ingin mempertanyakan, apakah dalam perlakuan bagi para oknum tidak bertanggung jawab tersebut ada pasalnya atau ada undang-undang kepada yang menjerat mereka. Kalau masalah Pilres dan Pileg 2019 nantinya, kami warga masyarakat sangat menyeport tugas dari Polda Sulut dan Polresta Manado. dalam mengantisipasi penyelenggaraan keamanan di Kota Manado,”ungkapnya.

Ada juga dari Mas Fajar, yang mempertanyakan bagaimana peran dari Pihak Polresta Manado dalam memberantas berita Hoax dan tebar kebencian yang sangat meresahkan masyarakat. Mempertanyakan tentang jumlah Personel yang terbatas, sementara pilkada serentak 2019 ini banyak TPS bagaimanan pengamanan setiap TPS. Dan membagi personel untuk keamanan nanti kepada masyarakat, pembagiannya seperti apa.

“Bagaimana pola kerja dari Polresta Manado sendiri, disaat membagi Personel yang terbatas. Karena dalam memberi rasa nyaman dalam Pilkada serentak nantinya,”ungkap Fajar.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol F.X Surya Kumara SH menanggapi pertanyaan. Pertama dari Pak Buds dari Manado, terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada Polresta Manado. Ini memberi motivasi kepada kami Jajaran Polresta Manado untuk lebih giat lagi, sedangkan untuk masalah pengantar mobil jenazah yang sering ugal-ugalan di jalan raya. Kami rasa itu sudah ada pasalnya, seperti pengrusakan kendaraan. Itu sudah ada KUHP yang mengatur, kalau ada pemukulan semua sudah ada pasalnya yang mengatur.

“Karena itu saya berharap partisipasi dari masyarakat, saya jamin jika masyarakat melaporkan masalah ke Pihak Polresta Manado. Saya bisa menjamin cepat, saat ini kami dalam menuju ke TKP. Kurang dari sepuluh menit sampai ke TKP,”ujar Kapolresta Manado.

Sedangkan untuk menjawab pertanyaan dari mas Fajar, tentang maraknya berita hoax yang ada di Medsos. Kapolresta Manado mengatakan, pihak Polda Sulut siap menindak para pengguna medsos yang tidak wajar. Pastinya akan ditindaki, tentang pengguna Medsos yang melanggar UU ITE.

“Itu sudah jelas ada UU yang mengatur, pastinya Polda Sulut akan menindakinya. Karena itu kami berharap kepada seluruh warga masyarakat, agar benar-benar menggunakan medsos dengan baik. Jangan sampai mempergunakan medsos untuk menebarkan kebencian, berita Hoax,”ungkap Kapolresta.

Kapolresta Manado pun menambahkan, untuk Sulut sendiri ada 1592 TPS dengan jumlah Personel sebanyak 755 Polri yang ditempatkan di masing-masing TPS. Kami merasa, jika di floting TNI kami rasa bisa cukup adakan pengamanan. Dalam pengamanan Pilpres dan Pileg, pihak Kepolisian membagi dua floting, yang pertama floting 148 TPS rawan 1, sedangkan untuk 9 TPS yang rawan dua.

“Menjadi kosentrasi kami di rawan dua, karena mungkin adanya sesuatu yang terjadi di TPS tersebut. Karena TPS dua biasa rawan konflik,”ungkap Kapolresta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *