MANADO, Humas Polresta Manado- Pepatah mengatakan Sudah Jatuh Ketimba Tangga, ini mungkin dirasakan korban Nelson Derek (45) tempat tinggal di Desa Tateli 2 jaga 3 Kecamatan Mandolang. Dimana pada Jumat (13/7/2018) korban mengalami Lakalantas didepan laras kas, kemudian korban dikeroyok oleh karyawan beserta Security di Laras kas.
Mendapat laporan dari Kepala Jaga Tateli 2 jaga 3 Elizabet Patuwo ke Bhabinkamtibmas Bripka Vengky Songke, kalau ada warganya yang mengalami kecelakaan tunggal. Tetapi bukan ditolong orang, malahan korban tersebut diamuk masa. Berdasarkan hal tersebut, dengan cepatnya anggota Bhabinkamtibmas Bripka Vengky Songke langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Saya langsung mengamankan TKP, dikarenakan masa dari Tateli sudah banyak massa mencari pelaku pengeroyokan tersebut. Sesampai di TKP saya langsung menenangkan masa agar jangan terpancing, dan percayakan kepada kami untuk menyelesaikan kasus ini. Sehingga masa saat itu langsung tenang keadaan,”ujar Bripka Vengky Songke.
Berdasarkan keterangan di TKP, para pegawai gudang mau mengajak Korban untuk masuk kedalam pekarangan gudang. Tetapi korban Nelson sendiri tidak mau, dikarenakan pengawai gudang banyak. Kemudian datang pelaku yang tidak di kenal dari areal gudang, langsung memukul korban dan disusul oleh salah satu teman pelaku yang korban pun tidak mengenalnya. Setelah korban hendak lari kearah ke PT. Sukses Mulia Jaya Milik ko. Welem untuk meminta perlindungan, tiba-tiba datang security Laras kas dan langsung menendang-nendang korban di bagian belakang. Kemudian korban lari ke pos security PT. Sukses mulia jaya milik ko. Welem untuk meminta pertolongan kepada security yang berjaga disitu.
“Selesai mendengar pernyataan dari beberapa saksi, saya langsung menghubungi SPKT Polsek Pineleng segera menjemput korban pengeroyokan dan korban laka lantas serta saksi-saksi di Tkp. Kemudian Sektor Pineleng menjemput tersangka pengeroyokan yaitu security Laras kas di Desa Koha Barat, sedangkan Bhabinkamtibmas masih stenbay di TKP. Guna mengantisipasi terjadi permasalahan baru karena masyarakat Desa Tateli dua masih berada di TKP,”tutupnya.