MANADO, Humas Polresta Manado- Selang beberapa hari ini, baik di Media Massa, Elektronik, maupun media Online digemparkan dengan di beberapa daerah tentang kapal tenggelam, seperti kejadian Kapal KM Lestari Maju di perairan Selayar Sulawesi Selatan yang menewaskan 35 orang meninggal, KM Sinar Bangun di Danau Toba yang mewaskan 15 orang.
Berdasarkan hal tersebut, pada hari Jumat (6/7/2018) Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Kombes Pol F.X Surya Kumara SH lewat Wakapolresta AKBP Arya Perdana SH.SIK.M.Si disaat di temui diruang kerja mengatakan, dari gambaran beberapa daerah yang menewaskan ribuan orang disebabkan kelebihan muatan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemilik kapal yang ada di Manado, jangan karena ingin mendapatkan keuntungan besar tidak memikirkan kapasitas muatan yang melampaui standart.
“Ini seharusnya menjadi warning kepada seluruh pemilik kapal, jangan karena sudah asik menggisi penumpang didalam kapal. Tetapi tidak memikirkan keselamatan Penumpang, kalau sudah capai kapasitas dari kapal tersebut . Jangan lagi dipaksa penumpang untuk masuk kedalam kapal,”ujar Wakapolresta.
Seperti dilakukan kapal KM Expre Bahari 2E beberapa hari lalu yang akan berangkat ke tagulandang, Polsek Pelabuhan Manado melakukan pemeriksaan diatas kapal. Menemukan kapal tersebut memiliki kelebihan penumpang sekitaran 250 orang, sehingga kelebihan inilah Polsek Pelabuhan memintakan kepada para penumpang untuk pindah ke Kapal KM Saint Merry dan Kapal KM Marina Bay.
“Saya salut buat kerja dari pihak Polsek Pelabuhan, yang menurunkan sebanyak dua ratus lima puluh orang penumpang ke kapal yang lain. Saya juga menghimbau kepada seluruh pemilik kapal yang ada di Kota Manado bersama para penumpang, harus waspada akan terjadinya kapal tenggelam di tengah samudera. Sudah banyak contoh yang kita bisa lihat,”ungkap Wakapolresta.