Oma Sibuk Servis Mesin Cuci, Cucu Shalom Meninggal Dunia Di Kolam

MANADO, Humas Polresta Manado-Kejadian yang memilukan melanda oma Reti Yunasa (60) pekerjaan tiada, tempat tinggal di Kelurahan Perkamil Lingkungan III Kecamatan Pal Dua. Dimana, Jumat (27/7/2018) pukul 12.30 wita oma Reti sedang melihat tukang servis mesin cuci dan pada saat itu posisi dari cucunya Shalom Ester Mangkey umur 1 tahun setengah yang masih bayi tersebut sudah tengelam di Kolam.

Menurut keterangan saksi Reti Yunasa yang merupakan oma dari Korban Shalom mengatakan, waktu melihat servis mesin cuci. Cucu Oma Reti tersebut berada di ruangan tamu, setelah tukang servis selesai memperbaiki. Oma Reti (saksi) menanyakan kepada suaminya, yang berada di dalam kamar ( dalam keadaan sakit ) kalau melihat shaloom ( cucu saya ). Namun suaminya menjawab, kalau shalom tidak dilihatnya.

“Selesai melihat tukang servis mesin cuci, saya kagaet kalau cucu shalom yang masih bayi tidak berada di ruang tamu. Akhirnya saya terus mencari cucu saya tersebut,”ujar Oma Reti.

Setelah beberapa menit Oma Reti berkeliling di halaman rumah mencari cucunya yang hilang tersebut akhirnya, oma Reti melihat korban Shalom sudah dalam keadaan mengapung di kolam tersebut dengan posisi badan miring.

“Saya kaget, melihat cucu saya sedang terapung di Kolam yang terletak di belakang rumah, setelah saya melihat cucu saya terapung di Kolam. Saya langsung menariknya dari Kolam, untuk diberikan pertolongan dengan cara memompa. Tetapi korban Shalom sudah tidak bisa tertolong,” ungkap Oma Reti.

Kolam yang meregut nyawa Shalom yang berukuran kurang lebih panjang 4 meter lebar 1, 5 cm, dengan kedalam kolam kurang lebih 90 cm berada di halaman belakang rumah Keluarga Mangkey Yunasa.

“Kasihan Shalom maaf oma Shalom, oma yang salah. Maaf oma Shalom,”tutur saksi saat diketahui cucunya sudah meninggal.

Setelah di Konfirmasi hal tersebut Kepada Polsek Tikala Kapolsek Tikala AKP Taufiq Arifin mengatakan, memang benar ada kejadin tengelam bayi di Paal Dua. Tetapi disaat pihak Kepolisian meminta untuk korban di otopsi, keluarga Korban menolak.

“Memang benar kejadian tersebut, kami mendapatkan informasi dari masyarakat. Kalau ada anak bayi tengelam di Paal Dua, maka dengan cepatnya personel mendatangi TKP. Kemudian kami lakukan rekontruksi kejadian, setelah kami menanyakan bayi tersebut akan di Otopsi. Tetapi keluarga korban tidak menyetujui, sehingga kami membuat laporan Polisi Model A. Membuat berita acara penolakan otopsi,”ujar Kapolsek.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *