Kapolresta Dan Wakapolresta Manado Pimpin Personil Amankan Aksi Unjuk Rasa

Manado,Humas Polresta Manado – Kapolresta Manado Kombes Pol Elvianus Laoli S.IK.,M.H dan Wakapolresta Manado AKBP Faisol Wahyudi S.IK pimpin langsung personil amankan kegiatan Aksi Unjuk Rasa oleh Sulawesi Utara Bergerak untuk penolakan terhadap konsep Omnibus Law serta menuntut untuk pencabutan UU Cipta Kerja yang dipimpin oleh saudara PAUL ADI LAHIA dan saudara ALPIANUS TEMPONGBUKA bersama sekira 500 Orang yang tergabung dalam elemen Mahasiswa, Buruh/Pekerja dan Organisasi Mahasiswa [08102020].

Dalam Kegiatan Unjuk rasa ini alat peraga yang digunakan antara lain :
1. Bendera Merah Putih.
2. Panji Organisasi Mahasiswa (LMND Manado, Cakrawala Mahasiswa Manado, PMII Cabang Manado, OI, IMM, HMI, ).
3. Mikrofon.
4. Pamplet.
5. 2 Spanduk (TOLAK UU OMNIBUS LAW – KEMERDEKAAN INVESTASI, MENJAJAH RAKYAT & LINGKUNGAN – OMNIBUS LAW PRO KORPORASI ANTI KONSERVASI).

Adapaun awalnya  massa pengunjuk rasa mulai berkumpul dibeberapa titik antara lain :
a. Jln. Yosudarso Depan Taman Makam Pahlawan Kelurahan Kairagi Weru Lingkungan III Kecamatan Paal Dua Kota Manado.
b. Kampus IAIN Manado.

Kemudian  peserta pengunjuk rasa mulai berorasi didepan Taman Makam Pahlawan dengan diiringi lagu dan yel-yel yang memprovokasi kepada pihak Kepolisian yang melaksanakan Pengamanan tetapi tidak mempengaruhi karena personil yang mengamankan aksi unjuk rasa tersebut tetap humanis.

Kemudian massa pengunjuk  rasa melakukan long mars menuju Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara dengan  pengamanan dan pengawalan personil Polresta Manado dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Manado KOMPOL ALKAT KAROUW, SE .

Setelah  tiba didepan pintu Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara dilakukan Upaya Negosiasi  oleh polresta manado yang dipimpin langsung oleh wakapolresta manado dan kabag ops dengan menyampaikan agar tertib dan tidak anarkis serta menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dan untuk menyampaikan aspirasi diberikan kesempatan 5 perwakilan massa untuk menyampaikan aspirasi namun hal tersebut ditolak .

Kemudian Perwakilan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Sdr. MELKY PANGEMANAN menemui massa pengunjukrasa didepan pintu gerbang Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara dan menyampaikan bahwa UU Cipta Kerja merupakan prodak UU yang ada di DPR RI sehingga silahkan masukan poin-poin yang menjadi tuntutan ke DPRD Provinsi Sulawesi Utara dengan perwakilan 10 orang, namun tanggapan tersebut ditolak karena massa ingin seluruhnya masuk ke DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Sehingga terjadi aksi dorong-dorongan antara massa pengunjukrasa dengan aparat yang berada didepan pintu gerbang Kantor DPRD Provinsi Sulawesi.

Dan  beberapa oknum pengunjukrasa melempari botol bekas mineral dan batu ke arah blokade aparat sehingga 7 orang yang diduga yang memprovokasi diamankan dan setelah melalui proses Negosiasi dengan perwakilan pengunjukrasa dengan aparat disepakati 7 orang pengunjukrasa yang ditangkap di kembalikan bergabung dengan massa aksi setelah itu massa harus undur sejauh 20 meter dari pintu gerbang Kantor DPRD Provinsi Sulawesi dan segera membubarkan diri dengan tertib dan teratur.

Tetapi setelah membubarkan diri peserta pengunjuk rasa melanjutkan aksi  di pertigaan Kairagi samping SPBU dimana massa pengunjukrasa membakar ban ditengah jalan dan  mulai anarkis akhirnya dibubarkan oleh Tim Paniki Polresta Manado, Tim Buser Polresta Manado dan Tim Maleo polda sulut

Kemudian sebagian massa pengunjukrasa kembali ke titik kumpul depan Taman Makam Pahlawan karena sebagian dari mereka memarkir SPM dilokasi tersebut dan  massa pengunjuk rasa mulai membubarkan diri.

Dalam mengamankan aksi unjuk rasa ini Polresta Manado diback up oleh Polda Sulut,Sat Brimobda Polda Sulut,TNI ,Unit Damkar Kota Manado dan Sat Pol PP Kota Manado dengan total 657 personil.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *