Polresta Manado Amankan Empat Anak Muda Yang Merusak Mobil Ambulance Pembawa Jenasah Terkonfirmasi Covid-19

Manado,Humas Polresta Manado-Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP /1544/XI/2020/Sulut/Resta Manado tanggal 20 september 2020,polresta manado amankan empat anak-anak muda desa minaesa kecamatan wori kabupaten minut yang merusak mobil ambulance pembawa jenasah terkonfirmasi covid-19 (23092020).

kejadian tersebut bermula pada hari minggu tanggal 20 september 2020 sekitar pukul 20.00 wita disaat lelaki Johanes Ponamon membawa mobil ambulance yang membawa jenasah terkonfirmasi covid-19 yang akan dimakamkan di desa minaesa kecamatan wori kabupaten minahasa utara dengan pengawalan petugas kepolisian yang menggunakan kendaraan dinas double cabin dan motor patwal,setelah sampai didesa minaesa sudah banyak warga yang menunggu dan meminta jenasah di bawah kerumah duka tetapi pihak  keluarga yang sudah mengerti dan menerima pemakaman akan dilakukan sesuai protokol covid-19 meminta untuk segera ke lahan pekuburan karena akan segera dimakamkan,kemudian setelah sampai di lahan pekuburan jenasah didoakan oleh tokoh agama dan setelah itu jenasah diturunkan dari mobil ambulance oleh masyarakat kemudian sekitar lima menit kemudian lelaki Johanes meninggalkan lahan pekuburan setelah mendapat kode dari anggota polri yang melakukan pengawalan saat itu bahwa situasi sudah aman,dalam perjalanan mobil ambulance dirusak oleh beberapa orang bahkan ada yang memukul lelaki Johanes dibagian mulut dan dada.

Mendapat laporan tersebut berhasil diamankan 4(empat) orang anak-anak muda dengan peran masing masing ditempat kejadian perkara,diantaranya :

1.Lelaki Fadel Muhamad Baba Alias Pablo yang berperan memukulkan batu ke body mobil ambulance berulang kali.

2.lelaki Muhamad Ali Alias Ikhlas yang berperan naik dan menggantung dibelakang mobil ambulance dan memukul bodi belakang ambulance berulang kali.

3.Lelaki Rifky Karuras Alias Koko yang berperan memukul kaca mobil ambulance bagian belakang sebelah kanan dan juga memukul sopir ambulance lelaki Johanes dibagian mulut dan dada.

4.Lelaki Hamdi Santiago Alias Ramon yang berperan menendang mobil ambulance di bagian depan sebelah kiri berulang kali.

Adapun penyebab keempat anak anak muda ini melakukan pengrusakan mobil ambulance dikarenakan mereka tidak menerima jenasah atau keluarga mereka yang meninggal akan dimakamkan secara protokol covid-19.

Menurut Kapolresta Manado Kombes Pol Elvianus Laoli S.ik.,M.H pasal yang dikenakkan kepada pelaku adalah Pasal 170 Ayat (2) Ke-1 KUHP¬† “Kekerasan Secara Bersama-sama Terhadap Orang atau Barang ” dengan ancaman 7 tahun penjara.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *