PEMBENTUKAN TIM PANIKI POLRESTA MANADO

q1_30061504

MANADO— Untuk membasmi kejahatan jalanan di Sulut, terutama Manado, Kapolda Birgjen Pol Wilmar Marpaung, kembali meresmikan dua tim khusus. Yakni, Tim Paniki dan Patroli Bersepeda. Kedua tim ini akan bermarkas di Polresta Manado.

Kehadiran kedua tim ini, ditambah tim Barracuda dan tim lainnya di tingkatan Polres, akan memudahkan kepolisian dalam menekan angka kriminalitas. Pasalnya, sebagaimana hasil penelitian the Habibie Center, Sulut menduduki ranking 1 Indeks Intensitas Kekerasan (IIK) se-Indonesia.

Fenomena kekerasan rutin merupakan permasalahan krusial di Sulut. Daerah ini menempati urutan teratas jika dilihat dari intensitas insiden dan dampak per populasi terkait kekerasan rutin.

Kekerasan rutin, tulis The Habibie Center, bukan persoalan yang baru muncul dan mengemuka di Sulut. Sepanjang 2005-2009 menunjukan kekerasan rutin sebanyak 6.231 kasus yang mengakibatkan korban tewas sebanyak 422 orang, 4.121 cedera, dan 365 bangunan rusak. Data ini memperlihatkan, kekerasan rutin merupakan persoalan yang patut menjadi diperhatian serius pemerintah daerah maupun masyarakat.

Jika ditelusuri lebih jauh, fenomena kekerasan rutin sangat menonjol di wilayah perkotaaan. Manado merupakan wilayah yang sangat dominan terjadi insiden-insiden kekerasan rutin dibandingkan kabupaten/kota lain di Sulut. Sekira 69 persen dari total insiden kekerasan dan 32 persen korban tewas akibat kekerasan rutin terjadi di Manado.

Sebagaimana Kapolda Sulut dalam sambutannya, mengatakan latar belakang berdirinya Tim Paniki merupakan tindak lanjut dari perintahnya kepada para Direktur Reskrim untuk diimplementasikan ke jajaran Polres untuk membentuk tim khusus dalam menangani kejahatan yang meresahkan masyarakat. “Kejahatan dimaksud, seperti kejahatan jalanan, begal (curas), penganiayaan, pembunuhan, perkosaan, cabul, KDRT, tarkam, panah wayer dan kejahatan lainnya,” ujar Marpaung.

Kapolda minta, Tim Paniki bertugas ekstra pada malam hari karena pada saat itulah aksi kejahatan sering terjadi. “Timsus Paniki Polresta Manado diharapkan dapat bekerja lebih ekstra pada malam hari karena kejahatan yang terjadi kebanyakan pada malam hari,” tegasnya.

Terbentuknya Tim Paniki, merupakan jawaban atas tuntutan masyarakat terkait perkembangan situasi kamtibmas yang semakin meningkat. Sesuai dengan namanya, Paniki yang berarti Kelelawar, beraktivitas pada malam hari dan istirahat di siang hari. “Tim ini memiliki filosofi; memiliki penglihatan yang tajam, bergerak di malam hari, mempunyai cengraman kuat, indra yang sangat peka terhadap musuh, dan bergerak sangat cepat dengan sayap yang lebar,” beber Kasubbag Humas AKP Bartholomeus Dambe di sela-sela upacara.

Kasat Reskrim Kompol Dewa Palguna sebagai ketua Tim Paniki mengatakan, tim ini mempunyai perlengkapan yang cukup untuk menghadapi kejahatan jalanan. “Tim inti berjumlah 22 anggota dibekali flash ball (senjata gas air mata), senjata laras panjang F2, Pistol Revolver. Selain itu mereka juga dibekali dengan ilmu beladiri yang dapat melumpuhkan para penjahat,” ujarnya.

Selain itu, tim juga memiliki keahlian khusus menembak, yang sekali tembak langsung tepat ke sasaran. Tim juga difasilitasi dua buah mobil hitam, mobil putih, dan dua motor. “Siap tempur memberantas kejahatan,” kata Palguna

Selain meresmikan Tim Paniki, Polresta juga memiliki Patroli Bersepeda. Ini merupakan terobosan kreatif dari Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi. Patroli ini merupakan upaya preventif (pencegahan) tindak kejahatan yang tak dapat dijangkau kendaraan roda empat. “Patroli ini nantinya akan lebih dekat dengan masyarakat karena mereka bisa menjangkau sampai ke dalam lorong-lorong kecil. Semua upaya ini, hanyalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat Manado khususnya,” ucapnya.

Mandagi menyebut, Patroli Bersepeda di setiap Polsek dalam kota sebagai pilot project. Kali ini baru tiga Polsek yang kami lengkapi alat transportasi sepeda yaitu; Polsek Malalayang, Wenang, dan Sario. Ketiga Polsek ini dibagikan sepeda dengan jumlah rata-rata empat buah. “ Polresta sendiri menyiapkan 25 anggota bersepeda dari Shabara,” ujarnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *